Sedikit sebanyak yang ingin disampaikan kepada umat islam
pada hari ini,islam telah banyak mencipta sesuatu sejarah yang baru.Seperti
contoh didalam bidang ilmu sains,banyak alat telekomunikasi yang direka oleh
umat islam terlebih dahulu,tetapi telah ditipu dayakan oleh orang yahudi yang
mengatakan dialah yang mencipta alat tersebut.Banyak alat komunikasi yang telah
dicipta oleh islam,dan sedikit sebanyak akan saya kongsikan kepada umat islam
pada hari ini.
Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip
dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000
tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris
Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil
menemukan sebuah kamera obscura.
Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental.
Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haitham bersama
Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merakam fenomena kamera
obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari.
Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada
dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diprseskan melalui
permukaan datar.
Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang
mendasari kerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. fenomena diertikan
sebagai ''ruang gelap''. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang
kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah
mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan
kepada para penonton.
"Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu
Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),'' ungkap
Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul "The eye as an
optical instrument: from camera obscura to Helmholtz's perspective."
Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik
yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk
membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu
lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera
obscura, atau kamar gelap.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan