MuSiCc

Sabtu, 27 April 2013

Islam dipersada dunia



 Kehebatan islam dipersada dunia tidak dapat dinafikan lagi,kerana islam telah diterima oleh semua umat diseluruh dunia sejak dari dahulu hingga sekarang.Akan tetapi,pada masa kini kedudukan islam dimata dunia tidak lagi hebat dan agung kerana telah dikaburkan oleh golongan yahudi.

Sedikit sebanyak yang ingin disampaikan kepada umat islam pada hari ini,islam telah banyak mencipta sesuatu sejarah yang baru.Seperti contoh didalam bidang ilmu sains,banyak alat telekomunikasi yang direka oleh umat islam terlebih dahulu,tetapi telah ditipu dayakan oleh orang yahudi yang mengatakan dialah yang mencipta alat tersebut.Banyak alat komunikasi yang telah dicipta oleh islam,dan sedikit sebanyak akan saya kongsikan kepada umat islam pada hari ini.

Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura.

Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haitham bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merakam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diprseskan melalui permukaan datar.

Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. fenomena diertikan sebagai ''ruang gelap''. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.

"Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),'' ungkap Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul "The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz's perspective."

Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.

Tiada ulasan: